Indonesia Emas Tahun 2045
Indonesia menuju 2045 sangat lah harus
diperhatikan oleh siapapun yang ada di Indonesia saat ini. Ditahun itu lah
indonesia akan merayakan 100 tahun kemerdekaan nya. Kemerdekaan yang didapat
dengan usaha yang tidak dapat kita balaskan sebagai penerus bangsa. Para
pahlawan memberikan seluruh jiwa dan raganya untuk Indonesia agar mendapatkan
kemerdekaan yang mutlak. Program 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia pada
tahun 2045 diharapkan menjadi tonggak Indonesia Emas pada saat peringatannya
dan realitasnya. Indonesia Emas dimaknai dengan kondisi negara yang maju,
makmur, modern, sejahtera. Dalam perjuangannya sejak dari tahun 1945 hingga
saat ini Indonesia mengalama pasang surut, dari awalnya untuk mengukuhkan dan
mempertahankan kemerdekaan oleh pahlawan, melawan para komunis peristiwa G-30S
PKI, banyak terjadi kericuhan antar suku, ras di beberapa wilayah NKRI, krisis
moneter yang melanda tahun 1998 dan lengsernya Presiden Soeharto dalam
kepemimpinan 32 tahun masa jabatan, lahirnya masa reformasi dan lain
sebagainya. Indonesia mempunyai sejarah yang bila digambarkan sangat banyak
fakta dan kisah-kisahnya, dan para pemuda Indonesia setidaknya harus tau
tentang sejarah bangsa sendiri dan mengahargai para pahlawan yang mati-matian
dalam membangun dan mempertahankan negri kita tercinta ini untuk menjadikan
Indonesia sebagai bangsa yang besar, terutama pada saat 100 tahun kemerdekaan
Indonesia akan menjadi tonggak awal kemajuan bangsa dan menjadikan generasi
emas bangsa kita.
Generasi emas sendiri merupakan generasi
yang mampu bersaing secara global dengan bermodalkan kecerdasan yang
komprehensif antara lain produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya,
sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul. Hal ini
merupakan harapan terbesar bangsa Indonesia di tahun 2045 nanti. Bukan tanpa
perhitungan dalam merumuskan cita-cita ini, dalam upaya mewujudkan generasi
emas ini Indonesia didukung dengan kondisi demografi dimana usia produktif
paling tinggi di usia anak-anak dan orang tua.
Lalu siapakah yang termasuk dalam golongan
generasi emas? Apakah mahasiswa termasuk di dalamnya? Jawabannya adalah iya,
mahasiswa merupakan generasi emas bangsa yang seringkali digambarkan sebagai
sosok unggul, pilihan, kreatif dan memilki integritas tinggi serta intelektual
yang luar biasa. Mahasiswa. Awal pergerakan, pergerakan peradaban, pergerakan
pemikiran, pergerakan idealisme. Mahasiswa bukan hanya sebagai penggerak
terhebat tetapi juga kelompok intelektual yang memilki pemikiran yang layak
diperhitungkan. Idealisme kuat, kritis, kreatif tetapi tidak anarkis menjadi
kekuatan mahasiswa. Yah itulah mahasiswa sebagai Generasi Emas. Generasi
perintis perubahan dalam rangka membentuk kehidupan dan peradaban bangsa yang
dinamis ke arah yang lebih baik.
Berbicara mengenai posisi kita yang berada
kampus Fakultas Ilmu Pendidikan UNY yang humanis, maka Melalui Tri Darma
Perguruan Tinggi yakni; Pendidikan dan pengajaran, Penelitian, Pengabdian pada
masyarakat sebagai seorang mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan
kearah yang lebih baik dengan landasan moral yang kuat dan lurus.
Apabila Soekarno menyebutkan bahwa sepuluh
pemuda akan mampu beliau gerakkan untuk mengguncang dunia, maka apa jadinya
apabila lebih dari sepuluh pemuda berkualitas yang digerakkan untuk mengubah
Indonesia.
Peran pendidikan dalam mempersiapkan
generasi 2045 sangat penting. Itulah sebabnya, Lembaga Pendidikan dan Tenaga
Kependidikan (LPTK) perlu menyiapkan pendidikan tenaga pendidik untuk
menyiapkan generasi 2045 itu, dan manajemen ketenagaan pendidik yang profesional.
Dalam konteks penyiapan generasi 2045, peran pendidik sangatlah penting dan
masa depan bangsa ada di pundak pendidik atau guru.
“Sistem pendidikan masa depan bangsa
Indonesia adalah pendidikan yang mengantarkan generasi masa kini menjadi
generasi emas Indonesia 2045. Generasi ini akan menjadi generasi penduduk warga
dunia yang bersifat transkultural, namun harus tetap hidup dan berkembang dalam
jati diri dan budaya Indonesia sebagai sebuah bangsa yang bermartabat. Daya
saing di satu sisi dan kemampuan kolaborasi di sisi lain adalah dua polar
kompetensi yang harus bersinergi sebagai profil dasar manusia Indonesia 2045.
Gambaran sosok manusia Indonesia generasi 2045 harus menjadi pijakan dan
cantolan upaya pendidikan, dan pendidikan akan memainkan peran baru dalam
perspektif pengembangan sosok generasi 2045.
Peran baru pendidikan harus diikuti dengan
profesionalisme guru, yang kunci utamanya terletak pada guru dan pendidikan
guru yang bermutu. Guru bermutu menjadi variabel penting bagi terwujudnya
pendidikan yang bermutu. Perlu revitalisasi LPTK sebagai perguruan tinggi yang
bertanggung jawab dalam mendidik calon pendidik/guru dengan landasan filosofi,
kerangka pikir akademik, program pendidikan akademik dan profesi yang utuh dan
akuntabel.
Keutuhan pendidikan guru, kata dia, harus
dibangun mulai dari rekrutmen calon mahasiswa sampai kepada memasuki pensiun
dalam konsep life cycle guru. Pengembangan profesionalisme guru di lapangan
harus dipandang sebagai sebuah perkembangan yang bersifat lifelong learning
capacity yang didukung oleh sistem pengelolaan ketengaan guru yang berorientasi
profesi dan tidak berorientasi birokrasi.
Sistem Pendidikan yang Memungkinkan
Dihasilkannya Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Kompeten untuk
Mempersiapkan Generasi 204, investasi pendidikan adalah prediktor masa depan
bangsa yang tercermin dalam mutu sumber daya manusia yang dihasilkan melalui
upaya pendidikan itu. Modal dasar yang amat dahsyat di Indonesia adalah potensi
jumlah penduduk produktif. Dalam kurun waktu 15-20 tahun mendatang diperkirakan
lebih dari 60% penduduk Indonesia berada pada usia produktif (15-64 tahun).
Potensi ini harus dikelola dengan tepat dan pendidikan adalah wahana paling
strategis untuk mengelola potensi penduduk produktif dimaksud.
Ada anggapan sistem pendidikan kita tidak
berhasil membangun sikap positif anak terhadap lingkungan sekitar. Mereka yang
berhasil lulus dari pendidikan tinggi lebih banyak yang cenderung melakukan
aktualisasi untuk kepentingan pribadi, bukannya melakukan sesuatu yang
bermanfaat bagi kemaslahatan bangsa. Oleh karena itulah diperlukan
reaktualisasi yang dapat menjadikan terangkatnya derajat bangsa.
Di tahun 2045, para pemimpin bangsa dan
presiden Indonesia akan berasal dari kita yang sedang berstatus sebagai mahasiswa
sekarang. Oleh karena itu persiapkanlah diri dan mental kita untuk mencapai
Indonesia Emas 2045. Dengan konsep inilah pemuda semestinya bergerak dan
menyadari dirinya, lebih dari itu pemuda harus bergerak bersama rakyat dan
pemerintah untuk membangun bangsa.
Oleh karena itu, senatiasa menginsyafi dan
selalu berintrospeksi diri sebagai seorang mahasiswa, kita jadikan sebagai
momentum untuk hijrah, yaitu hijrah dari kemalasan menuju kerja keras, hijrah
dari sikap pesimis menuju sikap optimis, berani keluar dari kenyamanan untuk
mendaki dan menempuh kesulitan, respect dan tanggap terhadap permasalahan
bangsa dan negara, sehingga akhirnya kita layak dan pantas untuk disebut
sebagai seorang pemuda.
Karakter atau watak bangsa Indonesia
adalah suatu konstruksi budaya tentang sikap hidup, cara berpikir dan bertindak
dari setiap individu bangsa Indonesia yang multikultural yang terpancar dari
nilai-nilai budaya dan ideologi nasional Indonesia yaitu Pancasila (dalam
menghadapi perubahan global).
Sesungguhnya pemuda memiliki kemampuan
yang signifikan dalam memajukan negaranya. Pemuda juga menentukan arah tujuan
dan masa depan bangsa. Selain itu pemuda juga menjadi pelaku aktif dalam proses
pembangunan nasional serta berperan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan
bangsa. Pemuda kita ditantang untuk membawa iklim perubahan untuk bangsa dan
negara yang lebih baik. Negara ini membutuhkan aksi kongkrit, bukan hanya
gerakan parlemen di jalan atau pun di ruang rapat diskusi.
